Parenting adalah Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak, Kenali Jenis-jenisnya

Parenting adalah Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak, Kenali Jenis-jenisnya

Jalurrahasia.com¬†–¬†Hallo semua kali ini mimi ingin membahas tentang mengetahui lebih tentang prenting. Parenting adalah Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak, dan kita akan Kenali Jenis-jenisnya di bawah ini.

Setiap orang tua wajib mengasuh dan mengasihi anaknya. Seorang anak memang perlu bimbingan dan arahan dari setiap orang tua mulai dari masih dalam kandungan hingga anak menjadi mengerti akan arti kehidupan.

Read More

Parenting dan pola asuh orang tua yang terhadap anak meliputi memenuhi kebutuhan fisik yaitu makanan dan minuman, dan juga memenuhi berbagai kebutuhan psikologi yakni kasih sayang, rasa aman, serta bersosialisasi dengan berbagai masyarakat sekitar agar anak kita semua bisa hidup selaras dengan lingkungannya.

Perlu kalian ketahui bahwa anak yang termasuk individu unik yang mempunyai eksistensi dan memiliki jiwa sendiri, serta mereka mampu mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan iramanya masing-masing yang khas. Masa kehidupan anak sebagian besar berada dalam lingkup keluarga, maka dari itu pola asuh orang tua terhadap anak sangat menentukan dan mempengaruhi kepribadian dan perilaku terhadap anak.

Lebih jauh informasi lengkap mengenai parenting adalah pola asuh orang tua terhadap anak, kenali jenis-jenisnya sebagai berikut>>

Pengertian Parenting Menurut Para Ahli

  • Jerome Kagam (1997)

Beliau adalah salah satu seseorang psikologi perkembangan nya, yang mendefinisikan pengasuh sebagai serangkaian keputusan tentang sosialisasi pada anak, yang mencakup apa yang harus dilakukan oleh orang tua agar mampu bisa bertanggung jawab dan memberikan konstribusi sebagai anggota masyarakat.

Jadi pengasuh di sini bagaimana orang tua harus menjelaskan kepada anak bagaimana anak bisa memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap beberapa hal yang dilakukan. Keluarga juga harus selalu mendukung kegiatan yang dilakukan anak selagi itu merupakan salah satu hal yang baik untuk dilakukan.

  • Hetherington dan Whiting (1999)

Pengasuh menurut Heterington dan Whiting adalah sebuah proses interaksi total antara orang tua dengan anaknya tersebut, seperti pemeliharaan, pemberian makan, membersihkan, melindungi dan proses sosialisasi anak dengan lingkungan sekitar nya.

Karen orang tua merupakan pengasuh terbaik bagi anaknya dan orang tua akan juga menerapkan pengasuh yang terbaik bagi anaknya dan orang tua akan menjadi contoh bagi anaknya tersebut.

Jenis-Jenis Parenting

  • Authoritarian Parenting

Anda percaya bahwa anak-anak mesti harus diawasi dan tak perlu didengarkan. Aturan yang kita buat adalah satu-satunya yang harus diterima. Anda tidak mempertimbangkan perasaan anak.

Jika salah satu dari ketiga pernyataan itu sesuai dengan diri sendiri, kemungkinan besar anda menggunakan pendekatan Authoritarian. Orangtua yang menggunakan pendekatan ini kerap kali mengatakan, “Saya sudah bilang harus seperti itu!” namun ketika seorang anak mempertanyakan sebuah aturan, orangtua seperti ini selalu menolak dan tak ingin ada negosiasi. Mereka hanya mencari kepatuhan tersebut.

Mereka juga pun tidak memberi izin pada anak-anak untuk terlibat dalam tantangan atau hambatan dari sebuah pemecahan masalah yang sudah terjadi. Terkecuali, mereka membuat aturan dan menegakkan konsekuensinya dengan sedikit atau sama sekali tidak memperhatikan terhadap anak.

Orang tua dengan gaya ini kerap menggunakan hukuman. Jadi, alih-alih mengajari seorang anak cara membuat pilihan yang lebih baik, mereka malah berharap anak-anak merasa bersalah dan meminta maaf atas kesalahannya tersebut.

  • Authoritative Parenting

kalian sudah berusaha keras untuk menciptakan dan juga sudah mempertahankan hubungan positif dengan anak Anda tersebut. kalian menjelaskan alasan di balik aturan Anda.

Jika pernyataan itu terasa seperti yang kalian lakukan, anda mungkin orangtua dengan gaya yang seperti ini. Orangtua yang berwenang memiliki aturan dan menggunakan konsekuensi, tapi juga mempertimbangkan pendapat anak-anak mereka. Mereka berusaha memahami perasaan anak, tapi pada akhirnya menjelaskan bila orang dewasalah yang akan bertanggung jawab.

Orangtua berusaha menjaga waktu dan energi demi mencegah masalah perilaku buruk sebelum mereka terjadi. Mereka menggunakan strategi yang ketat untuk memperkuat perilaku yang baik, seperti pujian dan memberi hadiah.

  • Permissive

Bila pernyataan ini sering anda lakukan atau rasakan, kemungkinan besar anda sudah menggunakan pendekatan gaya Permissive. Orangtua yang permisif bersikap baik. Mereka hanya perlu melangkah dan ketika ada masalah yang serius. Mereka cukup sabar dan percaya bila itu masih anak kecil

Orangtua yang sabar biasanya mengambil lebih banyak peran sebagai teman daripada peran orangtua. Mereka sering mendorong anak-anak mereka untuk berbicara dengan mereka terkait masalah mereka, tetapi mereka biasanya tidak berupaya keras untuk mengecilkan pilihan yang buruk atau perilaku yang buruk.

  • Uninvolved Parenting

Bila pernyataan di atas sesuai dengan anda, mungkin kalian sudah menggunakan gaya Uninvolved Parenting. Orangtua dengan gaya seperti ini yang cenderung memiliki sedikit informasi tentang apa yang dilakukan anak-anak mereka tersebut. Anak-anak ini mungkin tidak menerima banyak bimbingan, pengasuhan, dan perhatian orang tua tersebut. Orang tua dengan gaya ini, mengharapkan anak-anaknya untuk membesarkan diri mereka dengan sendiri. Mereka tidak mencurahkan banyak waktu atau energi untuk memenuhi kebutuhan dasar anak-anak.

Mereka mungkin lalai tetapi tidak selalu disengaja. Terlebih lagi orangtua dengan masalah kesehatan mental atau masalah penyalahgunaan zat, misalnya, mungkin tak dapat merawat kebutuhan fisik atau emosional anak secara konsisten. Di lain waktu, orangtua seperti itu biasa kekurangan informasi terkait perkembangan anak. Dan mungkin kadang-kadang, mereka hanya kewalahan dengan masalah lain, seperti bekerja, membayar tagihan, dan mengelola urusan rumah tangga tersebut.

Nah, kira-kira pola asuh seperti apa yang pernah kamu alami dan apa yang akan kamu terapkan bila kelak teman-teman menjadi ayah atau ibu. sekian dari mimi (Terima kasih).

Related posts

Leave a Reply